Selasa, 13 Maret 2012

AKUNTANSI INTERNASIONAL (TUGAS 1 KURS JUAL/BELI)


TUGAS 1

Soal :
1.      Nona Sasya mendapat kiriman uang dari pamannya yang bekerja di Amerika Serikat sebesar US$1.000 dan kiriman kakaknya yang bekerja di Jepang sebesar ¥5.000. Kurs jual US$1 = Rp7.200,00 dan ¥1 = Rp240,00;  sedangkan kurs beli US$1  =  Rp7.000,00   dan ¥1  =  Rp250,00. Berapa  rupiah uang  yang akan diterima Nona Sasya?

2.      Jika Tuan Rudolfo memiliki uang rupiah sebesar Rp10.080.000,00, kemudian ia ingin menukarkannya dengan lima mata uang yang saudara pilih, berapa yang akan ia peroleh?

3.      Tn. Michael akan pergi ke lima negara (Disesuaikan dengan pemilihan mata uang negara masing-masing individu). Ia mempunyai uang sebesar Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah). Hari ini ia datang ke bursa valas untuk menukarkan uangnya (rupiah).


Pada saat itu kurs yang berlaku di bursa valas adalah sebagai berikut.
Kurs jual : Tergantung pemilihan mata uang masing-masing
Kurs Beli : Tergantung pemilihan mata uang masing-masing
Berapa yang diterima Tn. Michael dari bursa valas?

4.      Sepulang dari lima negara tersebut, Tn. Michael memiliki sisa uang sebanyak 1000 untuk masing-masing mata uang. Ia datang lagi ke bursa valas untuk menukarkan uang dolarnya dengan uang rupiah. Pada saat itu kurs yang berlaku di bursa sebagai berikut.
Kurs jual : Tergantung pemilihan mata uang masing-masing
Kurs Beli : Tergantung pemilihan mata uang masing-masing
Berapa rupiah Tn. Michael akan menerima hasil penukaran di bursa valas tersebut?

Jawaban :

1.       Dik : Uang Amerika Serikat sebesar US$1.000
    Kurs jual US$1 = Rp7.200,00 dan kurs beli US$1  =  Rp7.000,00  
    Uang Jepang sebesar ¥5.000
                Kurs jual ¥1 = Rp240,00 dan  kurs beli ¥1  =  Rp250,00
       Dit : Berapa  rupiah uang  yang akan diterima Nona Sasya?
       Jawab :
       US$1.000 x Rp7.000,00    (kurs beli)   = Rp 7.000.000,00
       ¥5.000      x Rp Rp250,00 (kurs beli)    = Rp 1.250.000,00
       Jadi total yang akan diterima oleh sasya sebesar Rp 8.250.000,00

2.       Dik : Tuan Rudolfo memiliki uang rupiah sebesar Rp10.080.000,00. kemudian ia ingin menukarkannya dengan lima mata uang ( Australian Dollar(AUD), China Yuan(CNY), Euro(EUR), Malaysian Ringgit(MYR), Singapore Dollar(SGD) )
       Dit : Berapa yang akan ia peroleh?
       Jawab :
Kurs masa berlaku 14 maret 2012
Nama Mata Uang
Singkatan
Kurs Jual
Kurs Beli
Australian Dollar
AUD
9.722,20
9.620,81
China Yuan
CNY
1.458,91
1.444,38
Euro
EUR
12.069,83
11.947,81
Malaysian Ringgit
MYR
3.041,15
3.007,89
Singapore  Dollar
SGD
7.325,56
7.246,87
      
       AUD  = Rp10.080.000,00 / 9.722,20  (kurs jual)
                  = 1.036,802
       CNY  = Rp10.080.000,00 / 1.458,91  (kurs jual)
                  = 6.909,267
       EUR  = Rp10.080.000,00 / 12.069,83 (kurs jual)
                  = 835,14
       MYR = Rp10.080.000,00 / 3.041,15   (kurs jual)
                  = 3.314,535
       SGD  = Rp10.080.000,00 / 7.325,56    (kurs jual)
                 = 1.376

3.       Dik : Tn. Michael akan pergi ke lima negara (Australian Dollar(AUD), China
Yuan(CNY), Euro(EUR), Malaysian Ringgit(MYR), Singapore Dollar(SGD)). Ia mempunyai uang sebesar Rp 200.000.000,00. Ia datang ke bursa valas untuk menukarkan uangnya.
Dit : Berapa yang diterima Tn. Michael dari bursa valas?
Jawab :
AUD  = Rp 200.000.000,00 / 9.722,20  (kurs jual)
          = 20,571,475
       CNY  = Rp 200.000.000,00 / 1.458,91  (kurs jual)
                  = 137.088,648
EUR  = Rp 200.000.000,00 / 12.069,83 (kurs jual)
          = 16.570,241
MYR = Rp 200.000.000,00 / 3.041,15   (kurs jual)
          = 65.764,595
SGD  = Rp 200.000.000,00 / 7.325,56    (kurs jual)
          = 27.301,667

4.       Dik : Tn. Michael memiliki sisa uang sebanyak 1000 untuk masing-masing mata uang. Ia datang lagi ke bursa valas untuk menukarkan uang dolarnya dengan uang rupiah.
Dit : Berapa rupiah Tn. Michael akan menerima hasil penukaran di bursa valas tersebut?
Jawab :

AUD  = 1.000 x 9.620,81   (kurs beli)
          = Rp 9.620.810
CNY  = 1.000 x 1.444,38   (kurs beli)
           = Rp 1.444.380
EUR  = 1.000 x 11.947,81 (kurs beli)
          = Rp 11.947.810
MYR = 1.000 x 3.007,89   (kurs beli)
           = Rp 3.007.890
SGD  = 1.000 x 7.246,87   (kurs beli)
          = Rp 7.246.870

AKUNTANSI INTERNASIONAL (TULISAN 1)


Definisi Akuntansi Internasional
akuntansi internasional adalah akuntansi untuk transaksi antar negara, pembandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara-negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia.

Tujuan Akuntansi Internasional
Akuntansi internasional memperluas akuntansi yang bertujuan umum (general purpose yang berorientasi nasional, dalam arti luas untuk :
- Analisa komparatif internasional
- Pengukuran dari isu-isu pelaporan akuntansinya yang unik bagi transaksi – transaksi bisnis mulitnasional
- kebutuhan akuntansi bagi pasar-pasar keuangan internasional
- harmonisasi keragaman pelaporan keuangan melalui aktivitas-aktivitas politik, organisasi, profesi dan pembuatan standar.

Sejarah Akuntansi Internasional
Akuntansi dimulai dengan sistem pembukuan berpasangan di Italia pada abad ke 14 dan 15. Sistem ini dianggap awal penciptaan akuntansi. Akuntansi modernn dimulai sejak double entry accounting ditemukan dan digunakan didalam kegiatan bisnis yaitu sistem pencatatan berganda (double entry bookkeeping) yang diperkenalkan oleh Luca Pacioli.
Luca Pacioli lahir di Italia tahun 1447, dia bukan akuntan tetapi pendeta yang ahli matematika, dan pengajar pada beberapa universitas terkemuka di Italia. Lucalah orang yang pertama sekali mempublikasikan prinsip-prinsip dasar double accounting system dalam bukunya berjudul : Summa the arithmetica geometria proportioni et proportionalita di tahun 1494. Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa prinsip dasar double accounting system bukanlah ide murni Luca namun dia hanya merangkum praktek akuntansi yang berlangsung pada saat itu dan mempublikasikannya. Hal ini diakui sendiri oleh Luca (Radebaugh, 1998) “Pacioli did not claim that his ideas were original, just that he was the one who was trying to organize and publish them. He objective was to publish a popular book that could be used by all, following the influence of the venetian businessmen rather than bankers”.Praktek bisnis dengan metode venetian yang menjadi acuan Luca menulis buku tersebut telah menjadi metode yang diadopsi tidak hanya di Italia namun hampir disemua negara eropah seperti Jerman, Belanda, Inggris
- Luca memperkenalkan 3 catatan penting yang harus dilakukan:
1. Buku Memorandum, adalah buku catatan mengenai seluruh informasi transaksi bisnis.
2. Jurnal, dimana transaksi yang informasinya telah disimpan dalam buku memorandum kemudian dicatat dalam jurnal.
3. Buku Besar, adalah suatu buku yang merangkum jurnal diatas. Buku besar merupakan centre of the accounting system (Raddebaugh, 1996).
Perkembangan sistem akuntansi ini didorong oleh pertumbuhan perdagangan internasional di Italia Utara selama masa akhir abad pertengahan dan keinginan pemerintah untuk menemukan cara dalam mengenakan pajak terhadap transaksi komersial.
“ Pembukuan ala Italia “ kemudian beralih ke Jerman untuk membantu para pedagang zaman Fugger dan kelompok Hanseatik. Pada saat bersamaan filsuf bisnis Belanda mempertajam cara menghitung pendapatan periodic dan pemerintah Perancis menerapkan keseluruhan sistem dalam perencanaan dan akuntabilitas pemerintah.
Tahun 1850-an double entry bookkeeping mencapai Kepulauan Inggris yang menyebabkan tumbuhnya masyarakat akuntansi dan profesi akuntansi publik yang terorganisasi di Skotlandia dan Inggris tahun 1870-an. Praktik akuntansi Inggris menyebar ke seluruh Amerika Utara dan seluruh wilayah persemakmuran Inggris. Selain itu model akuntansi Belanda diekspor antara lain ke Indonesia, Sistem akuntansi Perancis di Polinesia dan wilayah-wilayah Afrika dibawah pemerintahan Perancis. Kerangka pelaporan sistem Jerman berpengaruh di Jepang, Swedia, dan Kekaisaran Rusia.
Paruh Pertama abad 20, seiring tumbuhnya kekuatan ekonomi Amerika Serikat, kerumitan masalah akuntansi muncul bersamaan. Kemudian Akuntansi diakui sebagai suatu disiplin ilmu akademik tersendiri. Setelah Perang Dunia II, pengaruhAkuntansi semakin terasa di Dunia Barat.
Bagi banyak negara, akuntansi merupakan masalah nasional dengan standar dan praktik nasional yang melekat erat dengan hukum nasional dan aturan profesional.

Sudut pandang kontemporer
Terdapat sejumlah faktor tambahan yang menambah pentingnya mempelajari akuntansi internasional. Faktor-faktor ini tumbah dari pengurangan signifikan dan terus-menerus hambatan perdagangan dan pengendalian modal secara nasioanal yang terjadi seiring kemajuan teknologi informasi.
Pengendalian nasional terhadap arus modal, valuta asing, investasi asing langsung dan transaksi terkait telah diliberalisasikan secara dramatis beberapa tahun terakhir, sehingga hambatan bisnis internasional berkurang.
Kemajuaan teknologi informasi menyebabkan perubahan radikal dalam ekonomi produksi dan distribusi.

Pertumbuhan dan penyebaran operasi multinasional
Bisnis internasional secara tradisional terkait dengan perdagangan luar negeri. Kegiatan ini yang berakar dari masa lampau, akan terus berlanjut.
Isu akuntansi utama yang berhubungan dengan kegiatan ekspor dan impor adalah akuntansi untuk transaksi mata uang asing. Bisnis internasional saat ini semakin berhubungan dengan investasi asing langsung, yang meliputi pendirian sistem manufaktur atau distribusi dari luar negeri dengan membentuk afiliasi yang dimiliki seutuhnya, usaha patungan atau aliansi strategis.
Operasi yang dilaksanakan diluar negeri membuat manager keuangan dan akuntan menghadapai resiko berupa semua jenis masalah yang tidak mereka hadapi ketika operasi perusahaan dilaksanakan didalam wilayah satu negara.
Prinsip pelaporan keuangan nasional dapat berbeda secara signifikan dari suatu negara ke negara lain karena prinsip-prinsip akuntansi tersebut dibentuk oleh lingkungan sosial ekonomi yang berbeda. Selain itu terdapat pilihan kurs nilai tukar yang digunakan untuk mengkonversi akun-akun luar negeri ke dalam satu mata uang pelaporan.
Manajer keuangan dan akuntan juga harus memahami pengaruh kompleksitas lingkungan pengukuran akuntansi suatu perusahaan multinasional, memahami pengaruh perubahan nilai tukar dan tingkat inflasi merupakan hal penting, memiliki pengetahuan mengenai hukum pajak dan nilai mata uang untuk usaha yang beroperasi dilebih satu negara.

Kompetisi Global
Faktor lain yang turut menyumbangkan semakin pentingnya akuntansi internasional adalah fenomena kompetisi global. Penentuan acuan ( benchmarking ), suatu tindakan untuk membandingkan kinerja satu pihak dengan suatu standar yang memadai bukan hal yang baru, tetapi standar perbandingan yang digunakan kini melampaui batas-batas nasional adalah sesuatu yang baru.
Contoh pertanyaan yang relevan ”apakah saya menambah nilai banyak ke pelanggan saya dibandingkan dengan rekan yang berlokasi dinegara lain”.

Merger dan Akusisi Lintas Batas
Merger umumnya diringkas dengan istilah sinergi operasi atau skala ekonomi, akuntansi memainkan peranan yang penting dalam mega konsolidasi ini karena angka-angka yang dihasilkan akuntansi bersifat mendasar dalam proses penilaian perusahaan. Perbedaan pengukuran nasional dapat memperumit proses penilaian perusahaan.
Sebagai contoh, penialaian perusahaan sering kali didasarkan pada factor – factor berbasis harga ( price ), seperti rasio harga atas laba ( P/E ). Pendekatan disini adalah untuk menurunkan rata – rata factor P/E untuk perusahaan yang sebanding dalam industri dan penerapan factor ini atas laba yang dilaporkan oleh perusahaan yang sedang dinilai untuk menghasilkan harga tawaran yang memadai.
Perhatian utama perusahaan yang akan melakukan akuisisi ketika sedang memberikan tawaran atas target akuisisi asing adalah sejauh apa factor E ( laba – earnings ) dalam ukuran P/E ini merupakan refleksi sesunguhnya dari variabel yang sedang diukur, bila dibandingkan dengan hasil dari perbedaan pengukuran akuntansi.

Inovasi Keuangan
Manejemen resiko telah menjadi istilah yang popular dalam lingkungan perusahaan dan manajemen. Dengan deregulasi pasar keuangan dan pengendalian modal yang terus dilakukan, vollatilitas dalam harga komoditas, valuta asing kredit dan ekuitas menjadi hal yang biasa saat ini. Berdasaran kondisi dunia saat ini manajer keuangan perlu menyadari resiko yang mereka hadapi, memutuskan risiko mana yang perlu dilindungi dan mengevaluasi hasil strategi manajemen risiko yang dijalankan. Meskipun kemajuan teknologi memungkinkan pergeseran risiko keuangan ke pihak lain, tetapi beban untuk mengukur risiko antar pihak tidak dapat dialihkan dan sekarang berada dipihak sekelompok besar pelaku pasar yang ada di negara lain.

Internasionalisme Pasar Modal
Faktor yang banyak menyumbang perhatian lebih terhadap akuntansi internasional dikalangan eksekutif perusahaan, investor, regulator pasar, pembuat standar akuntansi dan para pendidik ilmu bisnis adalah internasionalisasi pasar modal seluruh dunia.
Federasi Pasar Modal Dunia ( World Federation of Exchanges ) melaporkan bahwa perusahaan domestik mencatatkan sahamnya meningkat di beberapa pasar dan menurun dibeberapa pasar lainya selama masa-masa dekade sekarang, yang sebagian disebabkan oleh merger dan akuisisi, yang juga berakibat pada penghapusan pencatatan saham ( delisting ) yang dilakukan beberapa perusahaan yang terkait.

Tiga wilayah pasar ekuitas terbesar adalah, Amerika utara, Asia Pasifik, dan Eropa
1.       Amerika Utara
            Ekonomi AS dan pasar sahamnya mengalamai pertumbuhan tanpa henti selama tahun 1990 pada tahun 2000, baik NYSE maupun Nasdaq mendominasi bursa efek lain diseluruh dunia dalam hal kapitalisasi pasar, nilai perdagangan saham domestik, nilai perdagangan saham asing, modal yang diperoleh perusahaan yang baru terdaftar, jumlah perusahaan domestik yang mencatatkan saham dan jumlah perusahaan asing yang mencatatkan sahamnya
2.       Asia
            Asia diperkirakan akan menjadi wilayah pasar ekuitas kedua terpenting. RRC (Republik Rakyat Cina) muncul sebagai perekonomian global utama dan negara-negara “ Macan Asia “ mengalami pertumbuhan dan pembangunan yang fenomenal.
Beberapa krisis keuangan di Asia menunjukkan kerentanan dan ketidakmatangan perekonomian di Asia dan memperlambat pertumbuhan pasar modal di wilayah ini. Ditambah lagi pendapat dari kritikus mengenai lemahnya pengukuran akuntansi, pengungkapan dan standar auditing serta pengawasan dan penegakan implementasi standar tersebut. Namun demikian prospek pertumbuhan masa depan dalam pasar ekuitas Asia tampak kuat. Kapitalisasi pasar sebagai presentase dari produk domestik bruto (Gross Domestic Product-GDP) di Asia terbilang rendah dibandingkan di Amerika Serikat dan beberapa pasar utama Eropa, yang menunjukkan bahwa pasar ekuitas dapat memainkan peranan yang lebih besar di perekonomian Asia
3.       Eropa Barat
Eropa adalah wilayah pasar ekuitas terbesar kedua di dunia dalam hal kapitalisasi pasar dan volume perdagangan. Perluasan ekonomi secara signifikan turut menyumbangkan pertumbuhan pasar ekuitas yang cepat selama paruh kedua tahun 1990-an.Faktor terkait di Eropa continental adalah perubahan perlahan menuju orientasi ekuitas yang sudah lama menjadi cirri-ciri pasar ekuitas London dan Amerika Utara.

Pasar Ekuitas Eropa
Pasar modal Eropa sedang mengalami perubahan besar dalam waktu singkat, sebagian dikarenakan globalisasi perekonomian dunia dan meningkatnya integrasi ekonomi di dalam Uni Eropa.
Budaya Ekuitas yang baru di Eropa Kontinental
Tumbuhnya budaya ekuitas di Eropa merupakan dasar untuk memperkirakan pertumbuhan kelanjutan di pasar ekuitas Eropa. Persaingan yang intensif di kalangan bursa efek Eropa memicu timbulnya perkembangan suatu budaya ekuitas, yang kemudian menjadi lebih berorientasi ke investor untuk meningkatkan kredibilitas dan menarik pencatatan saham baru. Banyak regulator efek dan bursa efek Eropa telah melaksanakan aturan pasar yang lebih ketat dan memperkuat upaya penegakan aturan. Meski demikian, persaingan ketat juga menyebabkan bursa efek dan regulator nasional untuk mempermudah aturan pencatatan saham dan memberikan pengecualian khusus bagi perusahaan penerbit saham.
Meski selama tahun1990-an perusahaan di Eropa Kontinental telah memulai corporate governance untuk menarik modal baru dan minat investor, namun banyak perusahaan termasuk diantaranya perusahaan terbesar didunia, masih tertinggal jauh dari pengungkapan dan standar pencatatan saham yang ada di Inggris dan Amerika Utara.

Selasa, 27 Desember 2011

Sejarah Sepakbola Indonesia

Tahun 1901 Belanda mendirikan klub sepakbola di kota Padang dengan nama Padangsche Voetbal Club (PSV), konon merupakan klub sepakbola tertua di Indonesia.
Beberapa tahun kemudian muncul enam tim berikutnya, termasuk tiga tim beranggotakan warga etnis Minang dan satu klub dari kesatuan tentara yang bernama Sparta. Julukan ini mengambil nama dari legenda Yunani, menggambarkan sosok-sosok tangguh dan suka perang, hingga populer dijadikan nama tim sepakbola di lingkungan tentara Hindia Belanda saat itu.
Tahun 1905 ada tujuh klub bergabung membentuk asosiasi WSVB (West Sumatran Football Association). Sejarah mencatat bertahun kemudian WSVB bertahan sebagai persatuan klub sepakbola yang memungkinkan klub dengan anggota beragam etnis, yaitu Minang, Eropa dan Cina, melaksanakan kompetisi dan duduk berdiskusi dalam satu meja.
Arena bertanding mereka adalah di lapangan yang punya nama keren, Plein van Rome (Stadion Roma), itulah lapangan Imam Bonjol sekarang.

Kini nama Lapangan Imam Bonjol sudah tidak asing lagi terutama bagi penduduk kota Padang dan sekitarnya. Tapi mungkin tidak banyak yang tahu bahwa lapangan ini (dulu dikenal sebagai Plein van Rome) juga sangat berkesan bagi proklamator kita, Bung Hatta. Sebagai anak muda dia juga menemukan kesenangan hidup yang salah satunya ada di Plein van Rome, lapangan sepak bola yang terletak di alun-alun kota di depan kantor Gemeente Padang. Hatta bergabung dalam klub sepak bola Young Fellow yang pemainnya terdiri anak-anak Belanda dan pribumi. Klub ini pernah menjadi juara Sumatera selama tiga tahun berturut-turut semasa Hatta menjadi anggotanya.

Dalam buku Kemerdekaan RI di Minangkabau yang ditulis oleh Mulkan Raden Hidayat dkk, disebutkan bahwa Padang adalah kota terakhir diserahkan Belanda pada pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS). Tepatnya 27 Desember 1949 di halaman Markas Tentara Belanda atau Kantor Balai Kota Padang sekarang. Hadir dalam penyerahan itu,dr. Rasidin, Mayor A. Thalib, Letnan Kolonel Dahlan Djambek, dan Mr. Abubakar Djaar. Penyerahan Kota Padang dari Residen Hoofd Tijdelijk Bestuur (HTB) van Straten ke Pd. Gubernur Militer Sumatera Tengah Mr. M. Nasrun di tanah lapang Plein van Rome atau Lapangan Imam Bonjol sekarang.

Koran Haluan Minggu, 4 Maret 1993 memuat tulisan Adrin Kahar yang mengulas sedikit tentang lapangan Plein van Rome (Lapangan Roma) yang sempat dinamai lapangan Alanglaweh (lingkungan kampung di sekitar lapangan tersebut bernama Alanglaweh). Lalu di jaman pendudukan Jepang (1942-1945) lapangan Alanglaweh diberi nama dengan istilah Jepang “Nanpo Hodo” yang artinya “Angin dari Selatan”. Di awal tahun 1950 an berganti pula dengan nama kompleks stadion Benteng (sejak dibangunnya stadion di tengah kota Padang) dan terakhir baru dinamai lapangan Imam Bonjol.

Pembangunan membawa perubahan, perubahan akan membawa kemungkinan kehilangan sesuatu; tetapi mungkin memperoleh sesuatu yang baru dalam kehidupan dan penghidupan kita. Sebagai contoh dapat dikemukakan bahwa di masa Lapangan Alanglaweh bernama Plein van Rome dan menyandang nama Nanpo Hodo, di sisi Barat pertengahan lapangan ini pernah ada berdiri sebuah rumah tekap (koepel huis) yang dalam bahasa awak lebih dikenal sebagai “rumah bulek” (bulek = bulat). Dikatakan rumah bulek mungkin karena denah bangunan ini bulat (tidak berdinding), berlantai tinggi merupakan panggung sehingga rumah panggung bulat tidak berdinding ini dapat menjadi tempat mempertontonkan sesuatu yang terlihat dari segala arah. Apa tujuan mendirikan “rumah bulek” ini oleh pemerintah Belanda jaman dulu, tidak diketahui dengan persis. Tipe rumah bulek begini biasanya terdapat di lapangan pacu kuda di Padang, Bukitinggi, Batusangkar dan lain-lainnya.

Tetapi bagi Adrin Kahar kehadiran rumah bulek di masa Plein van Rome dan Nanpo Hodo itu berkesan sekali dalam kenangan dan pengalaman, terutama dalam proses pengenalan dan pengembangan apresiasi musik pada khususnya.
Melalui pagelaran di rumah bulek inilah banyak orang berkenalan dengan symphony orchestra sajian korps musik (korsik) KNIL (tentara Belanda) maupun korsik RIKU-GUN (tentara Jepang) membawakan lagu-lagu mars maupun lagu-lagu klasik.

Saya pribadi mempunyai kenangan yang cukup berkesan terhadap lapangan Imam Bonjol ini. Semasa bersekolah di SMP Adabiah (di seberang Raya Theatre) pada kurun waktu 1968-1970, kami sering sekali dibawa oleh guru untuk berolah raga ke lapangan Imam Bonjol di bagian luar (di sisi samping gedung TELKOM). Ini kurang lebih mirip dengan Istora Senayan yang bagian luarnya dipakai untuk lari pagi atau olah raga ringan. Jadi begitu tiba jam olah raga, kami sekelas dengan memakai baju olahraga berbaris menuju ke lapangan Imam Bonjol yang akan ditempuh sekitar 15 menit. Biasanya disana juga ada anak-anak SMP lain seperti dari SMP Simpang Kandang atau SMP Negeri lainnya. Lapangan luar Imam Bonjol cukup luas untuk menampung aktivitas olah raga seperti bola basket, volley, sepak bola, atletik (loncat jauh, loncat tinggi) dan roundes (semacam softball tapi menggunakan bola tenis). Kalau dipikir sekarang, saya cukup heran karena kami tidak pernah tawuran dengan anak sekolah lain walaupun kadang-kadang berebutan dalam menggunakan fasilitas olah raga di lapangan.

Aktivitas di luar lingkungan sekolah ini juga memberikan nuansa segar bagi pelajar, mungkin karena pak Achmad Chatib (alm), guru Pendidikan Jasmani kami memberikan kebebasan untuk memilih jenis olah raga yang akan diikuti. Jadi praktis dua jam pelajaran tersebut dirasakan sebagai jam-jam refreshing. Namun ada satu hal yang membuat kita sedikit tidak nyaman di lapangan tersebut. Kalau kurang waspada, anda bisa-bisa menginjak tahi anjing di lapangan rumput tersebut. Maklum di areal terbuka itu banyak berkeliaran anjing piaraan maupun anjing liar.

Menurut Adrin Kahar, masyarakat Padang “voor de oorlog” yang bejumlah kurang lebih 60.000 orang memang sangat berbeda dengan masyarakat Padang di era kemerdekaan yang telah berjumlah lebih dari 600.000 jiwa (saat ini telah mencapai 800.000 jiwa lebih). Gemeente Padang (Kotapraja) dulu berjiwa pemerintah kolonial sedangkan kotamadya Padang sekarang berjiwa kerakyatan yang merdeka. Namun kita mengharapkan bahwa desain pengembangan kota “tempo doeloe” yang berjalan sampai sekarang janganlah terputus dengan desain pengembangan kota masa kini menghadapi masa depan.
Kalau kita ibaratkan kota Padang sebagai suatu bahtera yang akan mengarungi samudera, kaptennya sewaktu-waktu dapat diganti, tapi janganlah melalaikan patokan-patokan pelayaran yang telah dilalui disamping tetap waspada dengan penuh perhitungan (desain) ketika melalui patokan-patokan yang dihadapi.

(sumber Kaskus)

Minggu, 25 Desember 2011

TUGAS ETIKA PROFESI AKUNTANSI #

1. Apa yang saudara ketahui tentang IAI (Ikatan Akuntansi Indonesia), Jelaskan dengan singkat dan padat !
2. Jelaskan 4 kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh sebuah profesi, Berikan contohnya!


Jawab :
1. IAI (Ikatan Akuntansi Indonesia) adalah organisasi profesi yang beranggotakan Perseorangan dan Asosiasi yang telah memenuhi persyaratan keanggotaan yang diatur lebih lanjut di dalam Anggaran Rumah Tangga. IAI bertujuan mengembangkan dan mendayagunakan potensi akuntan Indonesia sehingga terbentuk suatu cipta dan karya akuntan Indonesia untuk didharmabaktikan bagi kepentingan bangsa dan negara. adapun fungsi daru IAI sebagai wadah komunikasi yang menjembatani berbagai latar belakang untuk menjalin kerjasama yang bersifat sinergi secara serasi, seimbang, dan selaras.

adapaun VISI dan MISI nya, yaitu :
Misi :
*memelihara integritas, komitmen, dan kompetensi anggota dalam pengembangan manajemen bisnis dan publik yang berorientasi pada etika, tanggungjawab, dan lingkungan hidup.

*mengembangkan pengetahuan dan praktek bisnis, keuangan, atestasi, non-atestasi, dan akuntansi bagi masyarakat.

*berpartisipasi aktif di dalam mewujudkan good governance melalui upaya organisasi yang sah dan dalam perspektif nasional dan internasional.

Visi :
Visi IAI adalah menjadi organisasi profesi terdepan dalam pengembangan pengetahuan dan praktek akuntansi, manajemen bisnis dan publik, yang berorientasi pada etika dan tanggungjawab sosial, serta lingkungan hidup dalam perspektif nasional dan internasional.

2. ada 4 kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh sebuah profesi, diantaranya :
  1. Kredibilitas adalah Kualitas, kapabilitas atau kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan. Contonya : seorang karyawan dalam menjalakan tugasnya harus dapat dipercaya oleh atasannya, jika dia dapat dipercaya maka jabatanya akan dinaikkan.
  2. Profesionalisme adalah Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. contohnya : setiap seseorang harus menunjukkan profesionalismenya dalam menjalankan setiap profesi yang dijalankan karena profesionalisme akan memberikan nilai lebih kepada orang tersebut.
  3. Kepercayaan adalah merupakan kunci untuk mempertahankan hubungan jamgka panjang antara organisasi dengan konsumen. contohnya : setiap menjalani sesuatu hal harus didasari dengan adanya kepercayaan, karena kepercayaan merupakan modal yang penting menuju kesuksesan.
  4. Kualitas Jasa adalah adanya keyakinan bahwa semua pelayanan yang diberikan pelaku senuah profesi memenuhi standar kinerja yang tinggi. contohnya : setiap perusahaan atau lembaga apapun harus memiliki kualitas yang baik dihadapan konsumennya agar mendapatkanrespon yang positif dan mendapatkan keuntungan yang baik.

Senin, 21 November 2011

TUGAS ETIKA PROFESIONAL (ETIKA DALAM BISNIS)

1. Berilah contoh penerapan etika dalam dunia bisnis pada era perdagangan bebas sekarang ini ! (min 5)
2. Sebutkan contoh dari situasi benturan kepentingan dalam dunia bisnis ! (min 5)
3. Menurut pendapat saudara, seperti apakah bisnis yang beretika dan bermoral itu ! sebutkan alasannya!


Jawab :
1) 1. Etika bisnis itu harus dapat dipercayai. Jika perusahaan anda terbilang baru, sedang tergoncang atau mengalami kerugian, maka anda harus mengatakan dengan terbuka kepada klien anda.
    2. Etika bisnis itu diterapkan secara internal dan eksternal. Bisnis yang beretika memperlakukan setiap konsumen dan karyawannya dengan bermartabat dan adil. Etika juga diterapkan dalam ruang direksi, ruang negosiasi, di dalam menepati janji, dalam memenuhi kewajiban terhadap karyawan, buruh, pemasok, pemodal dll.
    3. Etika bisnis itu membutuhkan keuntungan. Bisnis yang beretika adalah bisnis yang dikelola dengan baik, memiliki sistem kendali internal dan bertumbuh.Etika adalah berkenaan dengan bagaimana kita hidup pada saat ini dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Bisnis yang tidak punya rencana untuk menghasilkan keuntungan bukanlah perusahaan yang beretika.
    4. Etika bisnis itu membutuhkan perencanaan bisnis. Sebuah perusahaan yang beretika dibangun diatas realitas sekarang, visi atas masa depan dan perannya di dalam lingkungan. Etika bisnis tidak hidup diruang hampa. Semakin jelas rencana sebuah perusahaan tentang pertumbuhan, stabilitas, keuntungan dan pelayanan, maka semakin kuat komitmen perusahaan tersebut terhadap praktik bisnis.
    5. Etika bisnis itu dibangun berdasarkan etika pribadi. Tidak ada perbedaan yang tegas antara etika bisnis dengan etika pribadi.
    6. Etika bisnis itu membutuhkan kejujuran. Bukan jamamnya lagi bagi perusahaan untuk membohongi pihak lain dalam menyembunyikan cacat produknya.

2)  1. Segala kepentingan pribadi yang berhubungan dengan kepentingan perusahaan. contohnya pada saat seorang karyawan mendapatkan tugas keluar kota dari perusahaan tempat dia bekerja dia memanfaatkan sebagian dari waktu tersebut untuk sekalian berlibur dengan anggota keluarganya.
     2. Segala penerimaan dari keuntungan, dari seorang/organisasi/pihak ketiga yang berhubungan dengan perusahaan. contohnya menerima bingkisan dari klien yang ditunjukan pegawainya bukan untuk perusahaan tempat pegawai tersebut bekerja.
     3. Segala hubungan bisnis atas nama perusahaan dengan personal yang masih ada hubungan keluarga (family) atau dengan perusahaan yang dikontrol oleh personal tersebut. Contoh : seorang karyawan disuatu perusahaan memasukkan anggota keluarganya untuk dapat menempati suatu posisi di perusahaan tersebut tanpa harus melewati tahapan recuritment seperti para pencari kerja lainnya.
     4. Segala posisi dimana karyawan dan pimpinan perusahaan mempunyai pengaruh atau kontrol terhadap hasil evaluasi pekerjaan atau kompensasi dari personal yang masih ada hubungan keluarga. Contoh : Seorang menejer memberikan evaluasi hasil kerja yang baik terhadap anggota keluargannya yang bekerja diperusahaan itu juga, padahal hasil kinerja dari anggota keluarganya itu tidak sesuai dengan hasil laporan yang dilaporkan manajer tersebut.
    5. Segal penggunaan pribadi maupun berbagai atas informasi rahasia perusahaan demi suatu keuntungan pribadi, seperti anjuran untuk membeli atau menjual barang milik perusahaan atau produk, yang didasarkan atas informasi rahasia tersebut. Contoh : Seorang karyawan disuatu perusahaan memberikan atau membocorkan rahasia perusahaan kepada temannya yang bekerja disuatu perusahaan yang bergerak dibidang usaha yang sama.

3) Menurut pendapat saya bisnis yang beretika dan bermoral adalah bisnis yang dikelola dengan baik dan tunduk pada norma-noram yang ada pada masyarakat, bisnis yang mendorong orang untuk melakukan kebaikan etika bertindak sebagai rambu-rambu yang merupakan kesepakatan secara rela dari  semua anggota suatu kelompok.
  Alasannya, karena jika para pelaku bisnis menaati norma-norma yang ada maka akan menjamin dan terciptanya kegiatan persaingan bisnis yang sehat, seimbang, selaras, dan serasi tanpa ada pihak yang dirugikan.
1

Jumat, 21 Oktober 2011

TUGAS Etika Profesi Akuntansi


TUGAS Etika Profesi Akuntansi


1. Berilah contoh pelanggaran etika dan sanksi hukum yang diberlakukan di Indonesia ! (minimal 3)
2. Apa kelebihan dan kekurangan paham Eudemonisme bila diterapkan di era globalisasi !
3. Sebutkan etika khusus yang diterapkan di masyarakat ! (minimal 5)

Jawaban :
1.   A. Mencuri
sanksi yang diberlakukan yaitu sanksi hukum dan di penjara, dan sanksi sosial yaitu dijauhi oleh masyarakat.

B.    Korupsi
Sanksi yang diberlakukan di proses dipengadilan dan di hukum penjara.

C.    Memakai narkoba
Sanksi yang diberlakukan dihukum pidana dan dijebloskan kedalam penjara dan akan dijauhkan oleh masyarakat.

D.    Membunuh dan memperkosa
Sanksi yang diberlakukan yaitu diadili masyarakat dan di penjara seumur hidup.

2.   - Kelebihan :
a.      Berusaha mencapai cita-cita yang diinginkan dan mmencapai kebahagiaan.
b.     Dalam setiap kegiatannya manusia mengejar suatu kebahagiaan.

-  Kelemahan :
           a.   Tidak adanya toleransi antar masyarakat.
           b. paham Eudemonisme hanya mencari kebahagian yang berakibat manusia hanya memikirkan diri sendiri (egois) dan tidak peduli keadaan disekitarnya.

3.   Etika khusus yang diterapkan di masyarakat, yaitu:
1.     Etika dalam bertingkah laku
2.     Etika dalam berpakaian
3.     Etika dalam berbicara
4.     Etika dalam bertamu
5.     Etika pada saat makan